Nilai Positif yang Bisa Diajarkan ke Anak di Hari Valentine

Hari Valentine yang jatuh di tanggal 14 Februari identik dengan kasih sayang. Nah, untuk anak-anak, tak hanya nilai kasih sayang pada sesama yang bisa mereka pelajari lho.

Psikolog anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima MPsi., Psikolog mengatakan di hari Valentine, bisa saja anak hendak memberi temannya hadiah. Jika seperti itu, penting bagi orang tua untuk menanyakan hadiah tersebut untuk siapa dan mengapa anak hendak memberi hadiah itu.

Meskipun, pemaknaan hari Valentine dikatakan Saskhya kembali lagi pada bilai yang berlaku di suatu keluarga. Nah, ketika anak ingin memberikan hadiah untuk temannya, orang tua bisa mengajari anak untuk berusaha.

“Jadi hadiah yang dia beli itu harus dari effort dia. Misalnya daripada beli mending kita ajak anak bikin prakarya sendiri yang bisa dikasih ke temannya,” kata Saskhya dalam perbincangan dengan detikHealth.

Atau, ketika anak minta tolong pada sang ibu membelikan hadiah untuknya, minta anak untuk ikut membeli hadiah tersebut. Sehingga, anak tahu ada usaha dalam mendapatkan hadiah tersebut.

“Jadi anak nggak terserah mamanya aja deh mau belikan mainan yang mana. Dia harus tahu kalau ke tempat beliin kado itu cukup repot. Apalagi kalau anaknya masih SD, kita budgetin aja misalnya Rp 20 ribu terserah mau pilih yang mana. Jadi kan dia tahu nih kalau milih hadiah dengan budget tertentu nggak mudah,” kata Saskhya.

Soal nilai kasih sayang saat Valentine, orang tua bisa mendiskusikannya dengan anak. Ambil contoh, Ibu bisa mengajak anak ngobrol menurut mereka sang ayah sayang atau tidak dengan ibunya. Saat itu, anak bisa menjawab ayahnya sayang pada mamanya karena sering mengajak si ibu pergi.

Atau sebaliknya, anak merasa si ibu sayang pada sang ayah karena sering memasak untuknya. Dengan begitu, orang tua bisa menanamkan nilai pada anak bahwa kasih sayang tidak harus diungkapkan dalam bentuk hadiah berupa cokelat atau barang tertentu.

“Dan pastinya kita bisa mengajarkan bahwa mengungkapkan kasih sayang itu nggak cuma di tanggal 14 Februari aja. Sebab, tiap hari juga kan penuh dengan kasih sayang. Meskipun, sekali lagi pemaknaan hari Valentine kembali lagi ke nilai yang ada di keluarga ini,” pungkas Saskhya.

sumber:detik.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s