The Beeanz, Dari Band Punk Menjadi Tekno Pop

Mungkin belum banyak yang tahu musisi lokal asal Bandung yang namanya The Beeanz. Dalam karirnya bermusik, The Beeanz mulai bersolo karir sejak tiga tahun yang lalu. Meskipun namanya unik tidak seperti nama orang kebanyakan, nama Beeanz adalah nama pemberian orangtuanya yang berprofesi sebagai PNS. “”Nama saya Beeanz, di kartu identitas juga ya itu namanya,”” Beeanz menjelaskan pada Update_BDG.

dsc_0201

Perjalan karir musik Beeanz dimulai ketika duduk di bangku SMA, dirinya sempat membentuk sebuah band punk yang terinspirasi dari band asal california, Blink 182,  namun kemudian bubar karena masing-masing personilnya memiliki kesibukan sendiri.

Lulusan dari fakultas Hubungan Internasional Unpas ini, memberanikan diri untuk menempuh solo karir dalam bermusik dengan genre pop yang disisipi elektronik.

Beeanz mengaku bahwa dirinya tidak terpaku hanya pada satu jenis musik saja. “kalau musik sebenarnya saya mendengarkan semua jenis musik. “Hanya saja untuk yang solo karir ini saya lebih bisa dibilang mengarah ke genre pop, meskipun di lagu-lagu saya ada unsur elektroniknya,”” ungkapnya.

Dalam mencari genre musik yang diinginkan dalam berkarya, Beeanz tidak hanya mendengarkan lagu modern, tapi juga lagu-lagu jadul dia dengarkan. “”Saya sampe lagu jadul pun didengerin,”” tambahnya.

Pria kelahiran 19 Juni 1991 ini membuat seluruh karyanya dengan gitar yang kemudian diperkaya dengan musik virtual yang diracik melalui program di laptop kesayangannya. ““Saya ini basic-nya gitar, kalau untuk instrumen yang lainnya saya menggunakan program FL Studio 12,”” Imbuhnya. “Kalau manggung saya selalu bawa laptop kemana-mana buat ngiringi saya manggung pake instrumen yang sudah saya siapkan sebelumnya.””

Meskipun baru berjalan selama tiga tahun dalam bersolo karir, beberapa karya Beeanz sudah didengarkan tidak hanya di bandung. “”Kalau di Bandung sendiri baru ninety niners yang pernah muter lagu saya. Tapi di luar negeri udah sering seperti di Tokyo, Ohio, New York, dan beberapa kota luar lainnya. Karena musik saya itu suka diputar di radio Online yang berasal dari luar negri seperti WNDY Radio, Ultimate 365 Radio, Rocker’s Dive Radio, Indie 365 radio, dan J. L. Hansley,”” paparnya.

dsc_0063

Saat menciptakan musik, Beeanz lebih memilih untuk berkarya dengan lirik lagu berbahasa Inggris. Tak jarang dirinya membuka kamus untuk mencari padanan kata dalam menciptakan lirik untuk lagunya. “Saya tidak hanya menggunakan satu kamus, tapi sampai ada tiga kamus berbahasa Inggris yang saya simpan di kamar,” tandasnya.

Saat ini Beeanz sedang menyiapkan album perdananya, sebelumnya dirinya hanya mengeluarkan beberapa single lagu yang sering dibawanya manggung. “”Jujur saja untuk saat ini saya sedang menyiapkan album yang isinya sekitar delapan sampai sepuluh lagu. Mudah-mudahan ga sampai tahun depan sudah bisa jadi albumnya,”” tutup Beeanz yang juga pernah berprofesi sebagai barista di sebuah coffee shop di Bandung.

Bagi yang penasaran bagaimana musik dari The Beeanz, bisa meluncur ke www.soundcloud.com/thebeeanz untuk mendengarkan lagu-lagunya.

(Dadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s