Penyaluran PKH Harus Tepat Sasaran

Program Keluarga Harapan (PKH) dinilai dapat menstimulus keluarga tidak mampu di Indonesia untuk bisa hidup lebih baik. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, banyak keluarga tidak mampu tertolong berkat PKH. Hal itu terbukti dengan banyaknya siswa berprestasi anak-anak penerima bantuan di seluruh Indonesia.

“Program ini dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban rumah tangga sangat miskin dan jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan,” kata Mensos dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 20 Juli 2016.

Seperti diketahui, pencairan dana bantuan sosial PKH mulai Juni 2016 diberikan dalam format nontunai. Dengan cara ini, masyarakat diharapkan bisa menabung dari uang yang diterima. Misalnya, bantuan tetap Rp 500.000, bantuan gizi bayi dan balita Rp 1,2 juta, SMA Rp 1 juta, SMP Rp 750.000, serta SD Rp 450.000.

Khofifah mengatakan, dengan pencairan dana nontunai, warga diajak gemar menabung. “Pada tahap pertama, menerima Rp 1,3 juta dan yang dibutuhkan Rp 300.000, sehingga sisanya bisa¬†ditabung Rp 1 juta,” tuturnya.

Menurut dia, jika semua beban kehidupan masyarakat miskin dapat dikurangi dengan PKH maka mereka bisa konsentrasi mendidik anak-anaknya untuk bisa berprestasi, lanjut Khofifah saat penyerahan bantuan sosial PKH secara nontunai di Sidoarjo, Jawa Timur, hari ini.

Mensos mencontohkan, di Gresik ada anak-anak penerima bantuan PKH bisa sekolah sampai level perguruan tinggi bahkan ada yang kuliah di China dan sejumlah negara di kawasan Asia lainnya. Untuk bisa melahirkan generasi yang berprestasi lainnya, maka penyaluran PKH harus bisa tepat sasaran.

Oleh karenanya, pemerintah telah menggulirkan penerima bantuan PKH secara nontunai. “Bantuan nontunai ini ditujukan agar masyarakat tidak menghabiskan uangnya sekaligus tetapi bisa menabung dan diambil bila diperlukan,” tambahnya.

Ia mengatakan, dengan adanya bantuan nontunai tersebut pihaknya bekerjasama dengan Bank BTN dan juga dengan PT Pos Indonesia untuk membantu warga masyarakat penerima bantuan tersebut.

“Para penerima ini mendapatkan buku tabungan dan dana yang dibantu tersebut ditransfer kepada rekening masing-masing warga,” katanya.

Ia mengemukakan, tabungan tersebut tidak hanya untuk mengambil dana bantuan saja tetapi juga bisa digunakan untuk menabung jika penerima bantuan ini mendapatkan rezeki. “Tabungan tersebut bisa digunakan untuk menabung dan mudah-mudahan bisa digunakan untuk pergi haji,” katanya.

Selama ini, ujar Khofifah, penerima PKH dari Kementerian Sosial adalah perempuan karena yang bisa hamil dan punya bayi adalah perempuan. “Kami juga meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan kalau ada tindakan nakal seperti pemotongan bantuan tersebut. Nah, dengan adanya bantuan nontunai ini diharapkan mampu meminimalisir hal tersebut,” katanya.

sumber:pikiranrakyat.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s