Kehidupan Warga Binaan di Lapas Banceuy Sudah Kondusif

Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar, I Wayan Sukerta memastikan kehidupan para warga binaan di dalam Lapas Klas II A Banceuy, Bandung, sudah mulai kondusif. Para napi pun sudah bersedia untuk kembali menata kondusifitas seperti semula sebelum kerusuhan terjadi.

“Dua hari pasca kerusuhan, saya tadi lakukan pengecekan ke blok-blok dan komunikasi dengan warga binaan. Saya berikan pencerahan kepada mereka,” tutur Sukerta saat ditemui wartawan di Lapas Klas II A Banceuy, Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (25/4/2016).

Sukerta menambahkan, dirinya memberikan pencerahan terkait upaya mewujudkan kembali tatanan kehidupan yang kondusif di dalam lapas seperti sebelum terjadi kerusuhan.

“Warga binaan merespon dengan baik. Tadi saya bicara dengan warga binaan di dua blok,” kata Sukerta.

Seperti diketahui, situasi mencekam terjadi di Lapas Klas II A Banceuy, di Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu (23/4/2016) pagi. Sejumlah warga binaan atau narapidana (napi) mengamuk dan membakar sejumlah fasilitas di lapas.

Sejumlah bangunan yang terbakar habis adalah ruang pelayanan, yakni ruang kambtib, tata usaha, aula kunjungan, ruang bimbingan kemasyarakatan, ruang bimbingan kerja.

Tak cuma itu, dua unit mobil ambulans lapas dan satu sepeda motor milik petugas ikut hangus terbakar. Dua mobil itu yang diduga menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Para napi diduga mendekatkan mobil ke arah bangunan dan membakarnya. Kerusuhan juga mengakibatkan 26 orang terluka.

Kerusuhan dipicu adanya warga binaan yang meninggal bunuh diri, yaitu dengan sengaja  mengikat tali ke bagian leher dan menggantung ke bagian pintu sel besi ruang isolasi. Warga binaan itu bernama Undang Kosim alias Uwa (54), tersangkut kasus narkotika. Namun informasi yang diterima napi, Undang meninggal karena dibunuh petugas lapas.

Undang diketahui meninggal Sabtu (23/4/2016) sekitar pukul 00.15 WIB. Yang bersangkutan divonis kurang lebih empat tahun oleh PN Bandung dan sudah menjalankan masa tahanaan tiga tahun. Ia mendapat asimilasi selama empat bulan. Minggu (24/4/2016) pagi, jenazah Undang dimakamkan di TPU Sirnaraga, Kota Bandung.

sumber:galamedianews.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s