Emil Bolehkan PKL Purnawarman Kembali Berjualan di Trotoar, Ini Syaratnya

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil akhirnya memutuskan memberikan kesempatan kepada pedagang kaki lima (PKL) Purnawarman untuk kembali berjualan di trotor. Namun kebijakan itu hanya berlaku satu minggu lantaran lokasi terbarunya tengah direnovasi.
Kejelasan nasib para pedagang itu didapat setelah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana pada Senin (18/4/2016).
“Mereka boleh berjualan di trotoar, tetapi hanya selama satu minggu selama tempat permanennya (relokasi) saat ini direnovasi,” kata Ridwan di Balai Kota Bandung.
Menurut pria yang akrab disapa Emil, kesepatakan tersebut telah disetujui oleh PKL Purnawarman. Hal itu ditandai dengan dibuatnya pernyataan tertulis, PKL Purnawarman akan menyanggupi ketentuan yang telah disepakati.
Ia menyebut, poin perjanjian yang telah disepakati antara lain, para pedagang tidak berjualan menggunakan gerobak yang mengganggu mobilitas masyarakat pengguna trotoar. Terutama mereka berjanji akan pindah setelah lokasi baru selesai direnovasi.
Ia menambahkan, kembalinya aktivitas PKL Purnawarman ke fasilitas pejalan kaki lantaran satu kondisi tersebut, bukan lantas pemerintah setempat memberikan legalitas. Hanya saja lokasi baru yakni parkir luar BEC tengah dalam penataan sesuai permintaan pedagang.
“Dulu PKL Purnawaman ini mau dipindah ke basemant lima BEC, tapi kan enggak masuk akal karena terlalu jauh. Makanya digeser ke tempat sekarang. Itu susah harus melobi-lobi. Jadi Pemkot itu betul-betul mencari solusi, tidak semena-mena,” tegas dia.
Terlepas itu, Emil membantah atas tudingan beberapa pihak yang telah menyebut ketidakberpihakan Pemkot Bandung kepada para PKL. Selama ini pihaknya selalu memberikan solusi ketika adanya upaya penertiban, termasuk mengingatkan penegak Perda tidak main gusur.
Hanya saja, kata dia, untuk penataan lokasi baru memang membutuhkan proses waktu dan biaya. Sehingga ia meminta para PKL untuk bersabar menunggu hasil penataan.
“Di zaman saya tidak ada penertiban tanpa memberikan solusi. Contoh PKL Alun-alun dan BIP digeser ke basemant mall, ada yang digeser sementara ke samping seperti Tegallega,” ujarnya.

Sumber:galamedia.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s