Banjir Dayeuhkolot Tahun ini Dianggap Terparah

Banjir yang merendam sebagian wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada tahun ini tepatnya, sejak Sabtu (12/3/2016) hingga Minggu (13/3/2016) dianggap paling parah dibandingkan banjir pada tahun-tahun sebelumnya.
Seorang warga Kp. Bojongasih, Desa/Kec. Dayeuhkolot, Poni (33) mengakui, banjir yang terjadi kali ini terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena, banjir merendam dari mulai lutut, paha hingga dada orang dewasa.
“Banjirnya beda dari tahun-tahun lalu, kalau yang sekarang terjadinya cepat dan tiba-tiba dalam satu malam. Makanya ada warga yang sempet ngungsi, ada ang terjebak dirumah,” kata Poni kepada galamedianews.com di Kantor Kecamatan Dayeuhkolot, Minggu (13/3/2016).
Poni menuturkan, banjir pada tahun-tahun sebelumnya biasanya terjadi tidak sekaligus. Air biasanya masuk ke dalam rumah dan mengalir lagi ke luar. “Dulu air naiknya juga lama, kalau sekarang tiba-tiba sudah tinggi saja,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, banjir yang menggenangi kawasan pertokoan di Pasar Dayeuhkolot sempat terjadi pada sekitar 2010 dan 2014. Saat banjir pada 2010 terjadi, ketinggian air semata kaki orang dewasa. “Pas kedua, ya antara banjir yang 2014 mau ke 2015 itu sampai sedengkul,” ucapnya.
Dari pantauan, saat ini warga masih disibukan dengan memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman. Sebagian ada yang membawanya sambil berjalan, ada juga yang menggunakan jasa perahu dan delman.
Bangunan toko-toko yang berdiri di sepanjang jalan raya Dayeuhkolot ini tergolong sudah tinggi. Namun, air masih menggenangi bagian dalam sebagian toko, tapi hanya sematakaki orang dewasa.
Aktifitas warga tampak ramai di minimarket yang tetap buka karena bagian dalamnya tidak terkena banjir. Karena sedikitnya toko kelontong yang buka, minimarket ini pun diserbu warga. Pembayaran di kasir sampai harus mengantri.
Camat Dayeuhkolot, Adjat Sudrajat mengatakan, warga yang mengungsi di lantai dua kantor Kecamatan Dayeuhkolot, ada sebanyak 85 Kepala Keluarga (KK) dengan 180 jiwa.
“Mereka mengungsi sejak pukul 11.30 WIB siang tadi. Sebagian lagi ada yang menungsi di Koramil dan Mesjid-Mesjid yang lokasinya aman dari banjir. Di kantor kecamatan sendiri sudah menyiapkan dapur umum, begitu pula di tempat pengungsian lainnya yang ada di Dayeuhkolot,” katanya.
Adjat menambahkan, karena banjir yang terjadi ini secara serentak dan dengan waktu yang cukup cepat, sebagian warga pun ada yang tetap berada di lantai dua rumah masing-masing, karena terjebak banjir dan belum bisa mengungsi.

Sumber:galamedia.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s