Pemkot Bandung Harus PikirUlang Pengoperasikan Bus Sekolah

Sejumlah pengemudi angkot jurusan Elang-Gedebage melakukan aksi penghadangan terhadap bus sekolah di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bandung, Selasa (8/3/2016). Mereka mempersoalkan operasional bus, yang dituding akan mengganggu penghasilan para sopir angkot.
Aksi penghadangan sendiri sempat memanas. Namun bus sekolah beserta sopirnya akhirnya bisa diamankan, tanpa mengalami tindak kekerasan. Situasi pun berjalan kondusif setelah aparat kepolisian turun tangan.
Meski begitu, persoalan tersebut sampai saat ini masih belum menemui titik terang. Sejumlah sopir angkot meminta, agar operasional bus sekolah diubah jalurnya karena khawatir akan mengganggu penghasilan.
“Memang bersinggungan. Bus sekolah ini jalurnya dari Cibiru sampai Cibeureum (batas kota). Angkot kami juga sama, melewati jalur itu. Kami enggak mau kalau penghasilan kami berkurang gara-gara bus sekolah,” kata salah seorang sopir yang enggan menyebutkan namanya.
Ia berharap, Pemkot Bandung bisa memikirkan ulang untuk mengoperasikan bus sekolah tersebut. Menurutnya, dengan hadirnya bus sekolah, anak-anak sekolahan secara otomatis akan menggunakan bus tersebut ketimbang memilih naik angkutan kota.

Rebo Ngangkot

Mengomentari adanya penghadangan bus sekolah oleh sejumlah sopir angkot Elang-Gedebage, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, alasan sopir memang khawatir penghasilannya berkurang.
“Jadi mereka merasa dengan mobil itu (bus sekolah,red), penumpang (angkot) jadi berkurang. Kalau untuk masalah yang kemarin (penghadangan bus sekolah oleh angkot,red), nanti akan kita bicarakan dan selesaikan,” kata Didi, Rabu (9/3/2016).
Saat ini, lanjut Didi, di Kota Bandung secara keseluruhan ada 15 bus sekolah yang beroperasi. Sedangkan bus yang bersinggungan dengan angkot Elang-Gedebage ada sebanyak 5 unit. Namun Didi mengklaim, tak semua sopir angkot menolak hadirnya bus sekolah.
“Yang nolak itu hanya 19 angkot. Kalau yang lainnya enggak kok. Mereka masih beroperasi seperti biasa dan tidak mempermasalahkan,” ujarnya.
Disisi lain, kata Didi, Pemkot Bandung sebenarnya memiliki skema besar. Bandung ke depan, tidak akan bisa bebas dari macet jika sebagian besar warganya masih menggunakan kendaraan pribadi.
“Ini skema besarnya. Yang bus sekolah itu ‘kan jalan karena sebagai bentuk respon Pak Wali terhadap ibu-ibu, yang mengeluh sebenarnya income mereka banyak habis oleh ongkos transportasi anaknya. Jadi dibandingkan biaya sekolah, biaya transportasi lebih dominan. Bus sekolah itu mah, respon Pak Wali untuk masyarakat,” tutur Didi.
Didi mengakui dengan adanya bus sekolah, dampaknya akan sedikit terasa oleh angkot. Anak-anak sekolah akan beralih menggunakan bus sekolah, karena tak ada biaya. Tapi ia berharap, angkot pun bisa mencari celah lain yaitu dengan ‘menggarap’ demand baru.
“Sekarang itu intinya, bagaimana kita ajak pengemudi (kendaraan) pribadi beralih menggunakan angkot. Kita mah lebih senang, bisa memunculkan demand baru bagi angkot,” ujar Didi.
Dalam waktu yang tak lama lagi, Didi menyebut pihaknya akan segera meluncurkan gerakan sosial ‘Rebo Ngangkot’. Melalui gerakan itu, pihaknya akan mengimbau warga Kota Bandung untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi pada setiap hari Rabu.
“Mau ada gerakan ‘Rebo Ngangkot’. Jadi nanti ada satu hari tidak gunakan kendaraan pribadi. Kita akan giring warga sehari menggunakan angkot. Sekarag lagi kita buatkan desain kampanye publiknya. Mudah-mudahan bulan ini, bisa rampung dan kita luncurkan,” pungkasnya.
Dengan gerakan itu, pihaknya berharap, warga Bandung secara perlahan akan mulai beralih ke angkutan umum, khususnya angkot. Karenanya, ia meminta sopir angkot yang bersinggungan dengan jalur bus sekolah untuk tidak khawatir.

Sumber:galamedianews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s