Harga Jagung Mahal, Daging Ayam pun Naik

Mengantisipasi tingginya harga daging ayam dan kelangkaan daging ayam di pasaran, Dinas Peternak (Disnak) Jawa Barat menggelar rapat dengan semua stakeholder di Kantor Disnak Jawa Barat, Jln. Ir. H. Djuanda, Bandung, Kamis (21/1/2016).Hadir dalam kesempatan tersebut, perwakilan Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU), Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nusantara (Goptan), pengusaha pakan, pedagang daging ayam, Persatuan Pedagang Pasar dan Warung Tradisional (Pesat) Jawa Barat, dan perwakilan kementerian pertanian.

Kepala Disnak Jawa Barat, Dody Firman Nugraha menyatakan, permasalahan ini disebabkan oleh harga DOC yang mahal. Kondisi ini disebabkan harga pakan ayam yang juga naik diakibatkan kurangnya jagung di pasaran.

“Jagung ini bahan yang paling dibutuhkan untuk mebuat pakan. Dan hampir 50 persen jagung yang digunakan pakan ini merupakan impor. Sedangkan pemerintah te;ah memutuskan untuk mengehtikan impor. Sehingga yang terjadi pakan mahal dan imbasnya DOC juga ikut naik,” ujarnya kepada wartawan kemarin.

Mahalnya harga jagung ini, membuat pengusaha pakan mengganti dengan komoditas lain seperti gandum. Permasalahan lainmuncul, karena kualitas gandum tidak sebaik jagung sehingga mengganggu terhadap produksi daging ayam.

“Kualitas gandum ini tidak sebagus jagung. Jadi saat pakan yang menggunakan gandum dikonsumsi ayam, perkembangan ayam tidak sebagus saat mengonsumsi jagung. Beratnya pun berbeda,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh salah seorng pengusaha pakan, Bagus Pekik. Menurutnya, kebutuhan jagung untuk membuat pakan ayam mencapai sekitar 15 juta ton per tahun. Namun saat ini, jagungsulit didapatkan di pasaran, setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan impor.

“Jadi akibatnya, harga pakan pun naik dari sekitar Rp 6 ribu/kg menjadi Rp 7 ribu/kg,” katanya kemarin.

Pemahaman para peternak dalam menggunakan pakan berbahan gandum ini juga, belum diopahami secara mendetail. Harus ada penanganan khusus kepada ayam saat menggunakanpakan berbahan gandum. 

“Apalagi saat musim hujan seperti ini, kandang biasanya ditutup. Ini menjadi permasalahan karena zat amoniak yang ada did alam kandnag tidak keluar. Sehingga ayam tidak mau makan pakan,” jelasnya.

Sumber:galamedianews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s