Dilematis Pemain Persib, Pemboikotan Turnamen oleh APPI

Keputusan Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI) untuk memboikot turnamen kedepannya, mengundang dilematis bagi beberapa pemain. Pasalnya pemain menginginkan adanya kompetisi satu musim, namun disisi lain ia harus patuh kepada klub, dimana dirinya sedang dalam ikatan kontrak.
APPI pada Kamis (14/1) kemarin mengeluarkan 6 deklarasi yang intinya menyatakan bahwa pemain akan menolak penyelenggaraan turnamen. Itu dilakukan supaya bisa digulirkannya kompetisi yang melibatkan tim Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama, Divisi Satu, Divisi Dua sampai Divisi Nusantara. Praktis Piala Jenderal Sudirman (PJS) adalah turnamen terakhir, sedangkan Piala Wali Kota Padang termasuk Piala Kalimantan Timur adalah turnamen yang terancam diboikot.
Salah satu pemain senior di Persib Tony Sucipto mengungkapkan bila para punggawa Maung Bandung akan sulit mengikuti pemboikotan turnamen sesuai APPI. Belum lagi bila langkah manajemen PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB) memperpanjang kontrak personil skuatnya di bulan Februari untuk keikutsertaan di salah satu turnamen.
“Kalau menurut saya sendiri sebagai pemain kita susah untuk mengikuti, karena kenapa? kontrak sama klub dan lagi kalau klubnya ikut turnamen, pemain enggak bisa apa-apa, karena kita kerjasama sama klub, sudah tanda tangan sama klub, itu masalahnya,” beber Tony ditemui wartawan, Jumat (15/1) di Mes Persib, usai berlatih.
Menurut pemain berusia 29 tahun itu, cara APPI dianggap kurang tepat, beda halnya bila pihak klub yang memboikot turnamen. Bagaimanapun, pemain akan menuruti langkah tim yang dipijakinya selama masih dalam ikatan.
“Mungkin kalau klubnya yang boikot pemain enggak bisa ngapa-ngapain. Kalau pemainnya yang boikiot, tapi pemain dalam kontrak di klub, pemain pasti ngikutin ke klubnya,” tuturnya.
Namun, Tony menjelaskan bukan dirinya tidak setuju akan deklarasi APPI, namun ia dilematis melihat keadaan. Pemain kelahiran Surabaya itu tak mengelak bila ia juga turut prihatin dengan para pemaian yang timnya berada di kompetisi Divisi Utama kebawah. Terhitung sejak Maret, mereka tak bertanding lantaran turnamen yang ada hanya mengundang klub ISL.
“Bukan enggak setuju, caranya bukan pemain yang boikot. Mungkin inti yang dicari solusinya untuk memperjuangkan pemain yang di divisi utama, satu inti tujuannya kesitu. Cuman saya nilai kalau untuk memboikot turnamen susah sebagai pemain yang ada kontrak di klub,” tanggapnya.
Berikut Isi 6 Deklarasi APPI Tentang Pemboikotan Turnamen
1. Turnamen yang beberapa kali dilaksanakan saat ini tidak bisa dijadikan solusi atas kondisi sepak bola nasional serta memberikan perlindungan yang maksimal kepada pesepak bola.
2. Turnamen justru menjadikan kesenjangan dan ketidakadilan serta ketidak pastian bagi para pesepak bola khususnya bagi mereka yang klubnya tidak ikut bermain.
3. Pesepak bola mendorong klub-klub untuk tidak mengikuti turnamen-turnamen profesional selanjutnya apabila tidak ada kepastian Liga Profesional, hal ini juga demi kepentingan klub-klub.
4. Sesuai dengan situasi dan kondisi sepak bola nasional saat ini, pesepak bola mendesak kepada operator yang berniat menjalankan liga untuk berkoordinasi guna mendapatkan persetujuan dari pemerintah.
5. Pesepak bola mendorong pemerintah untuk segera menggulirkan kompetisi sepakbola yang profesional dan berjenjang demi pesepakbolaan Nasional.
6. Kami EXCO APPI bersama dengan pesepak bola lainnya MENOLAK untuk bermain di turnamen-turnamen selanjutnya hingga ada kepastian dan atau adanya jaminan kapan diselenggarakannya Liga Sepak bola Profesional di Indonesia.

Sumber:simamaung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s