Pasca Penggerebekan, Pemkot akan Intentifkan Brigadir RW

Menyikapi penggerebekan rumah di Kp. Mengger Girang IV RT 10/RW 8 Kel. Pasirluyu Kec. Regol dan percobaan peledakan bom di malam tahun baru, pemerintah Kota Bandung akan meningkatkan kondusifitas Kota Bandung dengan memperkuat pengaman di wilayah. Selain intensifikasi Brigadir RW, juga akan dibentuk 1500 petugas ketertiban yang ditempatkan di kewilayahan.
“Saya sudah rapat dengan Komunitas Intelejen Daerah (Kominda), jadi tahun 2016 ini kita akan meningkatkan kondusifitas Kota Bandung. Jadi kita memperkuat pengamanan di wilayah-wilayah dengan menempatkan tiga hal,” ujar Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil di Balai Kota, Jln. Wastukancana, Senin 911/1).
Pertama, kata Ridwan Kamil, pihaknya akan mengintensifikam keberadaan brigadir RW. Lalu kedua akan membentuk petugas ketertiban yang nantinya dilibatkan untuk mengelola keamanan di wilayah masing-masing. Petugas ketertiban ini berjumlah 1500, dimana tiap kelurahan sekitar 10 orang. Ketiga, pemkot Bandung akan bekerjasama dengan masyarakat yang terhimpun dalam berbagai komunitas salah satu jaga lembur untuk menjaga keamanan di wilayah masing-masing.
“Kombinasi petugas yang dibayar oleh Pemkot dengan petugas polisi dan masyarakat diharapkan penjagaan keamanan di level RT akan jauh lebih kuat,” tandas pria yang akrab disapa Emil ini.
Selain itu, ia pun akan mengumpulkan para ketua RW dalam waktu dekat ini. Disamping memberikan pengarahan terkait PIPPK (program inovasi pemberdayaan pembangunan kewilayahan) tahun 2016, juga untuk menekankan agar mereka lebih proaktif terhadap orang-orang yang datang tanpa lapor 1×24 jam atau warga-warga yang tidak pernah aktif dalam kegiatan di lingkungan RW. 
“Di tahun 2016 juga, Pemkot Bandung akan mengeluarkan indeks kemasyarakatan. Setiap rumah mau dikasih raport, jadi setiap rumah akan terlacak seberapa banyak dia ikut aturan dan seberapa banyak dia ikut kegiatan kemasyarakatan,” ungkap Emil.
Tiap rumah, lanjut Emil, akan diberikan rapor oleh RT-RW nya masiong-masing. Rapor tersebut berdasarkan fakta dan absesni dia dalam mengikuti kegiatan, sehingga fair. “Konsep ini diharapkan bisa menyisir peluang orang-orang yang tidak berniat baik, terus nebeng dan tinggal di Kota Bandung. Jadi mudah-mudahan tidak terjadi lagi sumber kejahatan datang dari mereka yang bermukim di Bandung termasuk yang di Regol itu,” harapnya.

Sumber:galanews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s