Warga Menolak Pelebaran Jalan Alternatif Pandu-Djundjunan

Warga menolak rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan pelebaran jalan alternatif dari Jalan Pandu ke Jalan Dr. Djundjunan melewati Tempat Permakaman Umum (TPU) Kristen Pandu.
Menurut Pemkot Bandung jalan alternatif ini merupakan upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Pajajaran menuju Jalan Dr. Djundjunan. Akan tetapi, warga menilai pelebaran jalan itu bukanlah solusi.
“Sekarang aja udah sering macet di sini, apalagi nanti jadi jalan alternatif, enggak kebayang macetnya nanti,” ujar Lala (31) Warga RT04/RW03, Jalan Pandu Kota Bandung saat ditemui di sekitar TPU Kristen Pandu, Rabu (6/1/2015).
Menurutnya, selama ini Pemkot Bandung belum menyosialisasikan rencana pelebaran jalan tersebut. Sosialisasi hanya dilakukan Pemkot Bandung terhadap ahli waris makam-makam yang akan dipindahkan akibat pelebaran jalan ini.
“Iya denger-denger mah sosialisasi ke ahli waris udah, tapi kenapa ke warga engga ada sosialisasi. Kan kita juga kena dampak nantinya kalau ada pengerjaan jalan ini,” kata wanita yang berjualan kue balok di sekitar TPU Kristen Pandu.
Hal senada dikemukakan Ketua RT05/RW03, Suryanto (56). Ia menyebut, wacana pelebaran jalan alternatif ini terkesan dipaksakan dan mendadak. Sebab, pihaknya selama ini tidak pernah mengetahui perencanaan jalan alternatif ini.
Dia pun menyesalkan pernyataan Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam), Arif Prasetya yang mengaku pelebaran jalan ini merupakan aspirasi warga sekitar. Selain itu, untuk menata kembali TPU Kristen Pandung yang terkesan kumuh.
“Saya tanya warga mana? Kita jelas menolak kok. Terus katanya kumuh, dari mananya? Kan dibersihkan terus sama yang jaga makam,” ketus dia.

Tidak hanya itu, lanjut dia, pihaknya pun menyayangkat tidak adanya sosialisasi kepada warga sekitar perihal rencana pelebaran jalan ini. Dia menilai pelebaran jalan ini bukan sebuah solusi kemacetan.
“Justru ini dibikin jalan alternatif malah bakal macet total. Sekarang aja sudah macet kalau ada kegiatan di gereja, bahu jalan itu udah penuh sama mobil. Hari sekolah juga sama macetnya, kalau jadi nanti akan semakin crowded,” ujar dia.
Oleh karena itu, ia menyarankan kepada Pemkot Bandung mengkaji ulang wacana tersebut sehingga tidak berdampak besar kepada masyarakat sekitar.

Sumber:galanews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s