Masyarakat Jabar Harus punya Harapan, Hadapi Tantangan MEA

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta masyarakat untuk memiliki harapan dan cita cita besar untuk lebih mengembangkan potensi diri. Sehingga hal itu bisa mendorong potensi dan pengembangan bagi Jawa Barat. 
“Masyarakat harus memiliki cita cita yang besar dan harapan. Harapan tentunya menjadi satu pilar peradaban baru, harapan harus dimunculkan dalam pikiran manusia, tidak mungkin orang bekerja kerja tanpa harapan. Oleh karena itu orang beriman tidak lepas dari harapan dan berikhtiar keras. Oleh karena itu gantungkan harapan 2016 supaya prestasi yang diinginkan lebih baik dari tahun sebelumnya,” jelas Heryawan kepada wartawan pada masa puncak perayaan akhir tahun di gedung sate Jln.Diponegoro Bandung, Jumat (1/1).
Dikatakannya, masyarakat harus memiliki harapan besar dan berikhtiar keras, sehingga cita cita besar dalam mengisi tahun depan bisa direalisasikan. 
“Masyarakat harus ikhitar keras, saya mengajak masyarakat mari bekerja keras, membangun kemajuan pendidikan ekonomi kemandirian dan lainnya. Harapan kedepan bangun kemandirian, kita belum berdiri sendiri dan masih tergantung pada negara lain. Kita masih banyak impor. Tapi ada kemandirian, makanya kemandirian kedepan harus didorong sehingga bisa mendorong produk produk dalam negeri. Kalau berhasil swasembada, beras, ikan tawar, laut, buah buahan pangan, kentang, insyaalloh masyarakatpun makmur,” katanya.
Menurutnya, kemandirian masyarakat harus lebih dikembangkan, apalagi saat ini masyarakat pun dihadapkan pada momentum perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). 
“MEA itu bisa jadi peluang dan tantangan. Tapi kita punya spirit of kepepet, dimana MEA datang kita bergegas mengejar itu. Makanya kita persiapkan segalanya, baik itu terkait dengan sertifikasi tenaga ahli, kemasan produk UKM dan lainnya, kita dorong dan kembangkan semua itu. Kekurangannya nanti diperbaiki dan dievaluasi sambil berjalan,” katanya.
Menurutnya, masyarakat dan para pelaku usaha harus mempersiapkan itu. Sehingga masyarakat dan pelaku usaha dalam negeri pun memiliki daya saing yang kuat dibandingkan dengan produk impor. 
Namun demikian, lanjutnya, yang terpenting adalah rasa kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. 
“Masyarakat harus cinta produk dalam negeri. Gerakan cinta produk dalam negeri harus dilakukan secara masif, sehingga produk dalam negeri pun bisa memiliki daya saing, ini sangat penting. Masyarakat harus memiliki perhatian itu,” katanya.
Menurutnya banyak produk dalam negeri yang memiliki kualitas yang sangat baik. Baik dari sisi fashion, buah buahan dan lainnya. 
“Saya berpesan kepada masyarakat buntik cintai produk dalam negeri. Sehingga kita bisa mandiri dan tidak tergantung produk impor. Seperti buah buahan, kita memiliki mangga Gedong, aromanis, jeruk dan lainnya. Begitu juga dari sisi fashion, bandung adalah Kota Fashion begitu juga dengan Jawa barat, mari kita cintai produk dalam negeri,” katanya.
Sementara itu berdasarkan pantauan “GM” dilapangan, pelaksanaan perayaan malam pergantian tahun 2016 di Gedung Sate berlangsung secara sederhana. Dimana pada perayaan pergantian tahun 2016 ini, pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar wayang golek. 
Meski sederhana,Namun pelaksanaan perayaan pun berlangsung meriah, ratusan orang pun tumplek di gedung sate. 

Sumber:galanews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s