Gubernur Jabar: Penghuni Tidak Boleh Menyewakan Apartemen Transit

Hampir 1.000 tempat hunian apartemen transit, semula bernama rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di empat titik di Provinsi Jabar diresmikan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, Selasa (29/12/2015). Keempat titik apartemen transit (12 twin blok) dan sebagian sudah terhuni selain tahap persiapan hunian itu, 6 twin blok di Kecamatan Rancaekek, 2 twin blok Kec. Solokanjeruk Kab. Bandung, 3 twin blok Ujungberung Kota Bandung dan 1 twin blok di Batujajar Kab. Bandung Barat.
Peresmian apartemen transit yang dikelola Dinas Permukiman dan Perumahan (Kimrum) Provinsi Jabar ini, dipusatkan di Apartemen Transit di Kec. Rancaekek.

 

Hadir Kepala Dinas Kimrum Provinsi Jabar Bambang Rianto, perwakilan Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat Firmawan Edwin, Sekretaris Daerah Pemkab. Bandung H. Sofian Nataprawira dan sejumlah pihak terkait lainnya.
Ahmad Heryawan mengatakan, tempat hunian hampir 1.000 unit yang diresmikannya itu, untuk memfasilitasi masyarakat yang belum memiliki rumah tinggal, baik yang sudah berkeluarga atau masih lajang.
“Satu keluarga satu tempat tinggal. Tidak boleh lebih dari satu hunian,” tegas Aher panggilan akrab Ahmad Heryawan kepada wartawan di sela-sela meresmikan apartamen transit di Kec. Rancaekek.
Untuk mencegah satu keluarga memiliki lebih dari satu hunian itu, kata dia, pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan kontrol ke lapangan. “Penyewa apartemen tersebut, tidak boleh menyewakan huniannya kepada yang lain. Kita akan kontrol terus dan diawasi,” katanya.
Dia berharap, dibangunnya apartemen transit ini dapat memecahkan persoalan warga yang belum memiliki rumah tinggal sendiri. 

“Diharapkan dalam tiga tahun menempati apartemen transit ini, mereka bisa memiliki rumah tinggal sendiri. Tentunya para penghuni dibarengi dengan kebiasaan menabung setiap bulannya, guna uang muka pembelian atau kredit perumahan sendiri,” harap Aher.
Menurutnya, untuk memikirkan masyarakat memiliki rumah sendiri, pihak pengelola bekerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat. “Sebab tanpa didorong oleh kita, mereka akan sulit memiliki rumah sendiri,” katanya.
Gubernur juga berharap, masyarakat yang menempati apartemen transit ini bisa dikatakan sebagai tempat batu loncatan untuk menabung dan memiliki rumah tinggal pribadi.
“Kami berharap, dengan adanya apartemen transit ini dapat meringankan masyarakat untuk memiliki rumah sendiri di kemudian hari,” harapnya.
Aher juga turut mendorong kepada para pengusaha, untuk menyiapkan lahan untuk mendirikan apartemen transit. Nanti kedepan, kata dia, yang membangun fasilitas apartemennya dari pemerintah pusat melalui anggaran APBN.
“Sekarang diawali oleh pemerintah daerah dengan memiliki lahan dan yang membangunnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pengelolaannya diserahkan ke pemerintah daerah,” katanya.
Tak hanya para pengusaha, dia juga mendorong pemerintahan kabupaten dan kota untuk menyediakan lahan guna mendirikan pembangunan apartemen transit tersebut.
“Ini pemprov sudah memberikan contoh. Tinggal, para pengusaha dan pemerintahan kota dan kabupaten untuk menyediakan lahan. Yang membangunnya tetap dibiayai pemerintah,” katanya.
Menurut Aher, dalam pembangunan apartemen transit itu, berusaha untuk senyaman mungkin. Selain dipersiapkan lapangan yang luas, juga ada arena bermain anak-anak.
Ia pun berharap dengan adanya fasilitas hunian ini, dapat mendekatkan mereka ke tempat kerja. “Kalau perlu, mereka tidak mengeluarkan biaya transfortasi dan berharap bisa ditempuh dengan jalan kaki. Termasuk apartemen transit yang akan dibangun nanti,” tuturnya.
Diharapkan, apartemen transit ini dibangun dengan konsep membantu menyelesaikan persoalan masyarakat khususnya dalam kebutuhan tempat tinggal sementara.
Terkait dengan adanya pembangunan apartemen transit itu, pihaknya ingin mempercepat layanan kepada masyarakat, khususnya dalam kebutuhan perumahan bagi masyarakat.
“Perumahan itu sangat penting. Sangat sulit mengejar kebahagian tanpa memiliki perumahan,” katanya.
Untuk itu, ia berharap dengan adanya pelayanan pemerintah ini, masyarakat yang belum memiliki rumah tinggal segera bisa memiliki rumah pribadi.
“Untuk itu, layanan publik selalu dipercepat, yang biasanya lambat dan menghambat langsung kita pangkas regulasinya,” katanya.
Menurutnya, untuk mendirikan apartemen transit itu, membutuhkan waktu dalam pembebasannya. Pembangunan apartemen itu, awal pembebasan lahannya sejak 2009 dan 2011 baru mulai pembangunan hingga 2014.
“Bangunannya tetap milik pusat dan pengelolannya diserahkan ke pemerintah daerah,” katanya.
Namun ia sempat mengeluhkan ada di antara apartemen transit yang belum bisa dihuni di tempat lain, karena hibahnya terlambat.
Ia berharap bangunan apartemen transit ini, dalam pembangunannya harus sesuai dengan yang ada dalam gambar. Seperti saluran air tidak terlihat dari luar, dan saat ini terlihat. Pemasangan paralon terlihat dari luar tidak boleh, sehingga dalam pemasangannya tidak sesuai dengan gambar.
“Kemudian harus ada taman bunga dan lokasi lingkungan sekitar harus hijau. Jangan sampai dalam gambar dengan kenyataan beda. Pembangunannya harus sesuai dengan komitmen,” harapnya.

Seorang penghuni apartemen transit Rancaekek, Siti Holisoh, mengaku merasa nyaman tinggal di  tersebut. Dia pun sangat terbantu bisa menempati apartemen tersebut, sebelum memiliki rumah pribadi.

Sama halnya yang dikatakan Neneng dan Imas. Mereka berharap, setelah menempati apartemen transit ini, kedepannya bisa memiliki rumah pribadi.
“Kita pun mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jabar, sudah membantu memberikan pelayanan rumah tinggal sementara untuk masyarakat,” katanya.

Sumber:galanews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s