251 Napi di Jabar Diusulkan Peroleh Remisi Khusus Natal 2015

Sebanyak 251 orang dari total 13.206 narapidana penghuni 31 lapas dan rutan di Jabar diusulkan mendapat remisi khusus Natal 2015. Napi yang diberi remisi merupakan napi perkara pidana umum dan khusus.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jabar, Agus Toyib mengatakan, saat ini secara keseluruhan jumlah orang yang tersandung hukum dan menetap di Lapas dan Rutan di Jabar sebanyak 13.206 orang.

Agus menambahkan, dari total narapidana yang menghuni Lapas dan Rutan itu, yang diusulkan berhak mendapatkan remisi khusus Natal hanya mencapai 251 orang. Jumlah tersebut merupakan penerima remisi khusus kategori I yaitu narapidana setelah menerima masa potongan tahanan, kembali ke jeruji besi untuk menjalankan masa sisa hukuman.

Tak cuma itu, kata Agus, pada Natal kali ini, ada 16 narapidana yang bisa bernapas lega. Pasalnya mereka diusulkan mendapatkan remisi khusus II yaitu mendapatkan potongan tahanan sekaligus setelah Natal. Mereka bebas karena masa hukuman penjara telah habis.

“Dari 251 orang itu, ada 16 narapidana yang diusulkan bebas karena habis masa hukumannya,” terang Agus, Selasa (15/12/2015).

Lebih lanjut Agus menuturkan, sampai saat ini data yang terhimpun baru 251 narapidana yang akan mendapat remisi. Akan tetapi jumlahnya bisa bertambah sesuai perkembangan yang terjadi, termasuk usulan dari Lapas dan Rutan.

Mengenai aturan, Agus menjelaskan, tahap pemberian remisi tersebut berdasarkan PP Nomor 28/2006 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan Hak warga Binaan Kemasyarakatan. Untuk pidana umum itu minimal menjalani hukuman 6 bulan penjara baru bisa mengajukan remisi.

Meski demikian, syarat penerimaan remisi, saat ini berubah berdasarkan PP nomor 99/2012 tentang perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah nomor 32/1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga Binaan Masyarakat. PP itu menjelaskan terpidana bisa mengajukan apabila sudah membayar denda dan uang pengganti.

“Itu memang dikhususkan untuk narapidana khusus seperti korupsi dan sebagainya. Tapi dengan pidana lain dalam PP baru itu sama saja,” jelasnya.

sumber:galanews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s