Buruh Desak Gubernur Abaikan PP No.78/2015

Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bandung melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate Jln.Diponegoro Bandung, Kamis (26/11/2015). Mereka menutut Gubernur Jawa Barat untuk merevisi SK gubernur terkait kenaikan UMK 2016 dan mengabaikan PP No.78 tahun 2015 tentang pengupahan.

Ketua serikat pekerja tekstil sandang dan kulit, Rohana mengatakan, aksi yang dilakukan saat ini merupakan rangkaian dari aksi mogok nasional yang diagendakan para buruh. Dalam hal itu para buruh yang tergabung dalam aliansi buruh Bandung mendesak gubernur Jawa Barat untuk mengabaikan PP No.78 tahun 2015 tentang pengupahan.

“Kita mendesak Gubernur Jawa Barat untuk merevisi SK Gubernur terkait kenaikan UMK 2016 dan mengabaikan PP No.78 tahun 2015,” jelas Rohana disela aksi.

Dikatakannya, SK Gubernur Jawa Barat yang menetapkan kenaikan UMK 2016 sebesar 11,5 persen telah membuat para buruh kecewa. Apalagi beberapa daerah, khususnya Kota Bandung telah merekomendasikan kenaikan UMK 2016 diatas angka yang ditetapkan Gubernur Jawa Barat, yaitu sekitar 14,59 persen.

“Tetapi gubernur keukeuh dan mengabaikan rekomendasi dari walikota Bandung, bahkan menyamakan semua rekomendasi bupati walikota di Jawa Barat menjadi sebesar 11,5 persen sesuai PP No.78 tahun 2015,” katanya.

Menurutnya hal tersebut sangat memprihatinkan mengingat, rekomendasi UMK 2016 yang disampaikan Walikota Bandung sebesar 14,59 persen tersebut merupakan hasil pembahasan dewan pengupahan kota Bandung. “Jadi buat apa ada rekomendasi dewan pengupahan dan bupati walikota, kalau semuanya disama ratakan,” katanya.

Oleh karena itulah, lanjutnya pihaknya mendesak Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk merevisi SK Gubernur terkait UMK 2016.

“Kita harap gubernur pun bisa mengabaikan PP No.78, DKI Jakarta saja bisa, kenapa Jawa Barat gak bisa,” katanya.

Untuk mendorong itu, para buruh pun berencana menggelar Yasinan dan doa bersama yang ditujukan kepada gubernur Jawa Barat. Sehingga Gubernur pun bisa lebih memperhatikan kepentingan para buruh.

“Kalau tidak ada tanggapan, kita akan lakukan yasinan dan doa bersama, kita doakan para pemimpin kita supaya sadar dan kembali pada khitoh pemimpin. Pemimpin harus istiqomah membela rakyatnya,” katanya.

sumber:galanews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s