Oknum Dokter Mesum, Komnas Perlindungan Anak Janji Investigasi

Komisi Nasional Perlindungan Anak akan menurunkan tim reaksi cepat, untuk melakukan investigasi terkait kasus dugaan oknum dokter berinisial Z, yang tertangkap tangan pihak Kepolisian tengah melakukan mesum dengan tiga orang pekerja seks komersial (PSK), dua diantaranya masih duduk di bangku sekolah tingkat SMA.

“Tim Reaksi Cepat akan melakukan investigasi kasus yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, secepatnya,” janji Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, Rabu (18/11/2015) pada galamedianews.com melalui saluran telponnya.

Ia menegaskan, kasus yang dilakukan oleh oknum dokter yang berinisial Z, sudah masuk tindak pidana. Yang mana dari tiga orang PSK yang tertangkap tangan ada anak yang di bawah umur, apalagi statusnya masih pelajar.

“Kasus ini sudah masuk dalam tindak pidana, meskipun PSK tetap saja sudah masuk terhadap kejahatan seksual anak, sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak,” tandas Arist.

Di Kabupaten Garut kejahatan seksual sudah mulai masuk ke tubuh birokrasi. Namun kendati seperti itu, pihak Pemerintah Garut masih belum memberikan sanksi. Padahal hal ini sudah merusak moral.
Bencana besar
Ia pun berharap, pihak Kepolisian segera menangkap oknum dokter tersebut dan bisa dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, serta Bupati Garut segera mencopot status pegawainya. Apalagi saat ini, oknum tersebut baru lolos sebagai CPNS.

“Pihak Kepolisian mesti segera melakukan penahanan pada oknum dokter tersebut,” tegas Arist.

Selain meminta pihak Kepolisian dan Bupati Garut, pihaknya, juga akan segera mendesak Kementrian Kesehatan untuk mencopot status dokternya.

Menurutnya, sejak 2013 Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah yang dianggap angka kekerasan dan kejahatan seksual paling tinggi diantara Kabupaten/Kota lain.

Diakuinya, tingginya angka kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak di Garut, sudah masuk dalam bencana besar dan luar biasa. Berdasarkan informasi yang diperoleh, sedikitnya dalam satu bulan tercatat ada tiga kejadian kekerasan seksual terhadap anak, seperti Ayah tiri yang mencabuli anak tirinya, paman mencabuli keponakannya dan yang terakhir kasus oknum dokter mesum dengan dua pelajar.

Diberitakan sebelumnya, kasus oknum dokter berinisial Z, tertangkap tangan diduga sedang melakukan mesum bersama tiga orang PSK, di salah satu penginapan di kawasan Cipanas, dua diantaranya masih gadis di bawah umur. Namun oknum dokter tersebut, belum dikenakan sanksi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s