Gelar Turnamen ke-7, Chandra Wijaya Rambah Ganda Putri dan Ganda Campuran

Untuk ketujuh kalinya mantan pebulutangkis Chandra Wijaya kembali menggelar turnamen bertajuk Yonex-Sunrise Doubles. Kali ini turnamen merambah ke nomor ganda putri dan campuran.

Menurut sang empunya hajat, dua nomor tersebut diputuskan diadakan — sebelumnya hanya ganda putra — karena ada permintaan dari atlet dan pelatih ganda campuran serta ganda putri. Apalagi akhir-akhir ini prestasi bulutangkis Indonesia di ganda putri sedang meningkat.

“Event ini menjadi sangat spesial karena bisa merambah ke ganda campuran dan putri. Saya sebagai pembina salah satu klub melihat pentingnya untuk mempertandingkan ganda lainnya. Apalagi melihat ganda sekarang selalu menjadi penyumbang prestasi bulutangkis Indoensia,” kata Chandra Wijaya, Ketua Penyelnggara Yonex-Sunrise Doubles Spesial Championships 2015, di Senayan, Jakarta, Senin (27/7/2015).

“Kami pun berharap dengan bertambahnya nomor-nomor yang dipertandingkan, pemain-pemain ganda Indonesia bisa memberikan hal yang positif,” lanjutnya.

Turnamen ini akan digelar di GOR Asia Afrika, Senayan, Jakarta, dari 29 Juli sampai 1 Agustus.

Tak hanya menambah nomor pertandingan, Chandra juga bekerja sama dengan tim kedokteran forensik untuk memastikan kebenaran usia atlet, khususnya pada kelompok taruna dan remaja.

Turnamen khusus nomor ganda ganda ini akan meliputi kelompok usia pemula (kurang dari 15 tahun), taruna (kurang dari 17 tahun), dan remaja (kurang 19 tahun).

“Banyak isu tentang pencurian umur atlet. Makanya saat kejuaraan nanti atlet-atlet yang sudah pasti masuk delapan besar akan dilakukan tes. Kami bekerja sama dengan tim kedokteran forensik yang dipimpin oleh Dr. Djaja Surya Atmadja (staf pengajar kedokteran forensik di Kedokteran Universitas Indonesia), dan tim kedokteran Gigi Forensik yang dipimpin oleh Drg. Alphons R Quendangen, DFM (staf pengajar kedokteran gigi forensik di Universitas Trisakti). Ini untuk melihat usia yang diberikan benar-benar,” paparnya.

Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan usia biologis melalui analisis radiologis terhadap gigi (foto panoramik dan foto dental), serta tulang (foto telapak tangan, tulang hasta dan pengumpil, tulang telapak kaki, tulang kering dan tulang betis).

“Dengan adanya tes ini tentu diharapkan turnamen ini bisa menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang sesuai dengan usianya,” harap Chandra.

Senada, Djaja mengapresiasi kerja sama yang ditawarkan Chandra untuk sebuah perubahan ini. “Dari awal diajak kerja sama memang karena ada kegalauan dari Chandra yang melihat banyak atlet yang melakukan pencurian usia. Nah, di turnamen kali ini ia ingin adanya kejujuran. Supaya atlet-atlet yang berprestasi ini memang sesuai dengan usianya,” kata Djaja.

“Nantinya mereka (atlet) yang masuk delapan besar akan diberikan formulir pernyataan untuk pemeriksaan. Pernyataan tertulis itu bermaterai dan disaksikan dua orang saksi. Jika tidak mau, maka atlet tersebut tidak boleh ikut pertandingan,” timpal Chandra.

Yonex-Sunrise Doubles Spesial Championships 2015 ini menjadi yang pertama, setelah sebelumnya hanya mempertandingan ganda putra. Total hadiah yang diperebutkan sebesar Rp 300 juta.

Akan ada 56 klub dari seluruh Indonesia yang ikut turnamen tersebut. Ada pula peserta dari lima negara lain yakni Belgia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s